Pengertian Pecalang ? Dasar Aturan Dan Kiprah Pokok Pecalang

Pecalang adalah seseorang yang diperintahkan untuk memantau keselamatan desa adatnya
adalah seseorang yang diperintahkan untuk memantau keselamatan desa adatnya Pengertian Pecalang ? Dasar Hukum dan Tugas Pokok PecalangApa yang dimaksud dengan Pecalang ?. simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Apa itu Pecalang ?

Secara etimologi Pecalang berasal dari kata “Celang” yang berarti amat tajam indranya, baik penglihatan, pandangan, penciuman, maupun ketajaman pikirannya dalam mengambil keputusan. 
 
Dalam pemahaman yang luas, Pecalang yakni satuan petugas keselamatan tradisional penduduk di Bali yang memiliki kewenangan  mempertahankan keselamatan dan ketertiban kawasan Desa Pakraman. Pecalang ialah bentuk kearifan setempat yang ada di Bali.

Dasar Hukum Peraturan yang menertibkan Keberadaan Pecalang.

Keberadaan Pecalang di Desa Pakraman dikelola dengan PERDA Nomor 3 Tahun 2003, Bab X Pasal 17 (tentang Desa Pakraman). 

Jika mengacu terhadap UU maka Pecalang ialah bentuk-bentuk pengawalan swakarsa. Sebagaimana  Undang-Undang No. 2/2002 wacana Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa : “Pengemban fungsi kepolisian yakni kepolisian negara Indonesia yang dibantu oleh : a. Kepolisian khusus, b. Penyidik pegawai negeri sipil, c. Bentuk-bentuk pengaman swakarsa.

Dasar Hukum lain yang menjamin eksistensi Pecalang yakni Pasal 18 B Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen ke- 4. Dalam pasal ini menyatakan "Negara mengakui serta menghormati kesatuan-kesatuan penduduk aturan budbahasa beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Tugas Pokok Pecalang yakni ?

Tugas pokok ketimbang Pecalang yakni merealisasikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan dalam pelaksanaan Tri Hita Karana baik di dalam maupun di luar Desa Pakraman. Adapun pelaksanaan aktivitas pecalang senantiasa berkoordinasi bareng abdnegara terkait. 

Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagiaan dan “Karana” yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”. Konsep kosmologi Tri Hita Karana ialah falsafah hidup tangguh. *Wikipedia

Kegiatan-kegiatan yang melibatkan Pecalang yakni kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan penduduk Bali terkait program adat. misal Upacara Nyepi, Upacara Galungan, Pawai Ogoh-ogoh dan lain-lain.  

Adapun Rincian tugas-tugas Pecalang sudah dikelola pada ketentuan pasal 17 perda Propinsi Bali Nomor 3 Tahun 2003, wacana kiprah pecalang dalam Desa Adat. 

Pasal 17 Nomor 3 Tahun 2003 menyeleksi Tugas Pecalang selaku berikut: 
  1. Keamanan dan ketertiban kawasan desa adat, dijalankan oleh Pecalang.
  2. Pecalang mengerjakan tugas-tugas pengawalan dalam kawasan desa budbahasa dalam kekerabatan kiprah budbahasa dan agama. 
  3. Pecalang diangkat dan diberhentikan oleh desa budbahasa menurut paruman desa
Dalam pelaksanaan kiprah selaku petugas keselamatan adat, para Pecalang tidak menemukan Gaji. Mereka dalam bertugas memiliki dasar "Ngayah"  atau  atas dasar sukarela pengabdian. Meskipun banyak anjuran agar para Pecalang memperoleh Gaji/honor, tetapi sampai goresan pena ini di publis, anjuran mengenai honor untuk pecalang belum dipastikan menjadi peraturan resmi pemerintah Bali. 

Demikian goresan pena mengenai Pengertian, Dasar Hukum dan Tugas Pokok Pecalang. Semoga bermanfaat.


Referensi:
  • PERDA Nomor3 Tahun 2003, Bab X Pasal 17 (tentang Desa Pakraman).
  • Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat. Pasal 18 B Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945.
  • Undang-Undang No. 2/2002 wacana Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 3 ayat (1)

Comments

Popular posts from this blog

Latar Belakang Blog Yang Baik

Jejak Sejarah Seni Wayang Wong Surakarta

Jenis Jenis Reksadana Yang Perlu Kamu Ketahui