Pengertian Sumber, Bukti Dan Fakta Sejarah

pengertian fakta sejarah rujukan fakta sejarah pemahaman sumber sejarah macam macam fakta  Pengertian Sumber, Bukti dan Fakta SejarahSumber lisan merupakan informasi eksklusif dari para pelaku atau saksi mata dari bencana yang terjadi di masa lampau. Misalnya, seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang pernah ikut Serangan Umum menceritakan bencana yang dialami terhadap orang lain, apa yang dialami dan dilihat serta yang dilakukannya merupakan penuturan ekspresi (sumber lisan) yang sanggup dipakai untuk materi observasi sejarah. 

Dapat juga berupa penuturan penduduk di sekeliling kota Yogyakarta di saat 1 Maret 1949 yang ikut melihat Serangan Umum tersebut, penuturannya juga sanggup dikategorikan selaku sumber lisan. Jika sumber ekspresi berupa dongeng rakyat (folklore), maka perlu dicermati kebenarannya alasannya merupakan sarat dengan banyak sekali mitos.

3. Sumber Sejarah Berupa Benda

Sumber benda merupakan sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan, misalnya, alat-alat atau benda budaya, seumpama kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, candi, dan patung. Sumber-sumber sejarah tersebut belum tentu segalanya sanggup menunjukkan kebenaran secara pasti. Oleh lantaran itu, sumber sejarah tersebut perlu diteliti, dikaji, dianalisis, dan ditafsirkan dengan cermat oleh para ahli. 

Berbagai ilmu bantu untuk mengungkap sumber-sumber sejarah antara lain:

  1. Epigrafi, yakni ilmu yang mempelajari goresan pena antik atau prasasti;
  2. Arkeologi, yakni ilmu yang mempelajari benda/peninggalan kuno.
  3. ikonografi, yakni ilmu yang mempelajari wacana patung.
  4. Nomismatik, yakni ilmu yang mempelajari wacana mata uang.
  5. Ceramologi, yakni ilmu yang mempelajari wacana keramik.
  6. Geologi, yakni ilmu yang mempelajari lapisan bumi.
  7. Antropologi, yakni ilmu yang mempelajari asal-usul bencana serta pertumbuhan makhluk insan dan kebudayaannya.
  8. Paleontologi, yakni ilmu yang mempelajari sisa makhluk hidup yang telah membatu;
  9. Paleoantropologi, yakni ilmu yang mempelajari bentuk insan yang paling sederhana sampai sekarang.
  10. Sosiologi, yakni ilmu yang mempelajari sifat kondisi dan pertumbuhan masyarakat.
  11. Filologi, yakni ilmu yang mempelajari wacana bahasa, kebudayaan, pranata dan sejarah sebuah bangsa sebagaimana terdapat di bahan-bahan tertulis.

B. Pengertian Bukti dan Fakta Sejarah

Bukti peninggalan sejarah merupakan sumber penulisan sejarah. Bukti dan fakta sejarah sanggup dikenali lewat Sumber Primer dan Sumber Sekunder

Fakta adalah hasil dari seleksi data yang terpilih. Fakta sejarah ada yang berupa benda konkret, misalnya, candi, patung, perkakas yang sering disebut artefak.

Artefak
Artefak merupakan semua benda baik secara keseluruhan atau sebagian hasil garapan tangan manusia, contohnya, candi, patung, dan perkakas. 

Peralatan-peralatan yang dihasilkannya sanggup menggambarkan tingkat kehidupan penduduk pada di saat itu (sudah memiliki nalar dan budaya yang cukup tinggi), bahkan sanggup juga meggambarkan situasi alam, pikiran, status sosial, dan kepercayaan para penciptanya dari sebuah masyarakat, hal inilah yang perlu dicermati oleh para sejarawan.

Fakta yang berdimensi sosial disebut sociofact,yaitu berupa jaringan interaksi antarmanusia, sedangkan fakta yang bersifat aneh berupa kepercayaan dan kepercayaan disebut mentifact. 

Fakta Sosial
Fakta sosial merupakan fakta sejarah yang berdimensi sosial, yakni kondisi yang dapat menggambarkan wacana kondisi sosial, situasi zaman dan system kemasyarakatan, misalnya interaksi (hubungan) antarmanusia, rujukan busana adat, atau busana kebesaran raja. 

Jadi fakta sosial berkenaan dengan kehidupan sebuah masyarakat, kalangan penduduk atau sebuah negara yang menumbuhkan kekerabatan sosial yang serasi serta komunikasi sosial yang tersadar baik. 

Fakta sosial selaku bukti sosial yang timbul di lingkungan penduduk bisa menimbulkan sebuah bencana atau kejadian. Masyarakat pembuat logam menimbulkan ciri sosial yang maju, berintegritas, dan mengenal teknik. Di balik itu mereka memiliki tradisi animisme atau dinamisme lewat benda hasil garapannya, bahkan apabila kita teliti dengan saksama penduduk tersebut telah mengenal persawahan dan hidup dengan ciri gotong royong.

Fakta Mental
Fakta mental merupakan kondisi yang sanggup menggambarkan situasi pikiran, perasaan batin, kerohanian dan sikap yang mendasari sebuah karya cipta. Kaprikornus fakta mental bertalian dengan perilaku, ataupun langkah-langkah moral insan yang dapat menyeleksi baik buruknya kehidupan manusia, masyarakat, dan negara. Peristiwa yang terjadi pada masa lalu sanggup memengaruhi mental kehidupan pada masa sekarang bahkan ke masa depan.

Fakta mental bersahabat keterkaitannya antara bencana yang terjadi dengan batin manusia, alasannya merupakan pertumbuhan batin pada sebuah penduduk sanggup mencetuskan hadirnya sebuah bencana (ingat bencana bom atom di kota Nagasaki dan Hirosima di Jepang yang menyisihkan pergeseran tabiat dan rasa takut, itu sebabnya Jepang memelopori kampanye anti bom atom).

Fakta mental merupakan fakta yang sifatnya abstrak atau kondisi yang menggambarkan alam pikiran, kepercayaan atau sikap, misalnya kepercayaan kepercayaan dan kepercayaan benda yang melambangkan nenek moyang dan benda upacara, misalnya nekara perunggu di Pejeng (Bali), untuk dipuja.

Namun ada artefak yang juga memamerkan fakta sosial dan ciri fakta mental, rujukan kapak perunggu atau ember perunggu merupakan artefak yang merupakan fakta konkret, tetapi apabila dilihat dari hiasannya sanggup berfungsi selaku fakta sosial, dan apabila menempatkan kapak perunggu dan ember perunggu selaku metode kepercayaan maka disebut fakta mental.

Comments

Popular posts from this blog

Jejak Sejarah Seni Wayang Wong Surakarta

Koleksi Mainan LOL Surprise yang Menarik

Cara Mengecek Indosat Masih Aktif atau Sudah Kadaluarsa