Periodisasi, Kronologi Dan Kronik Dalam Ilmu Sejarah

Periodisasi dan Kronologi dalam Ilmu Sejarah Periodisasi, Kronologi Dan Kronik Dalam Ilmu Sejarahlahirnya Budi Utomo. Puncak dari gerakan nasional ini merupakan Proklamasi 17 Agustus 1945 yang melahirkan negara

Indonesia dengan contoh gres berupa republik. Namun sebelumnya, Indonesia jatuh ketangan Jepang (1942 – 1945). Pada masa pendudukan Jepang sarat dengan kesengsaraan, menyerupai adanya  romusha. Penjajahan Jepang rampung seiring dengan berakhirnya PD II.

Jepang mengalah terhadap Sekutu tanggal 15 Agustus 1945 yang mempunyai arti juga Indonesia memperoleh angin baik untuk secepatnya bertindak dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Indonesia memasuki masa gres dalam suasana kemerdekaan, yaitu suasana yang mendorong untuk merealisasikan bangsa yang adil dan makmur. 

Bangsa Indonesia mengalami pasang surut akhir suasana dan pertumbuhan zaman, salah satunya adanya peristiwa nasional G-30-S/PKI (1965), yaitu kerja keras PKI untuk mendirikan negara komunis di Indonesia, tetapi gagal. Hal inilah yang menjadi salah satu alasannya jatuhnya kekuasaan dari tangan Presiden Soekarno ke tangan Presiden Soeharto yang otomatis menyelesaikan masa Orde Lama dan menjelma Orde Baru. 

Pada perkembangannya, masa Orde Baru dinodai dengan langkah-langkah korupsi, kolusi, dan nepotisme yang kian merajalela. Akibatnya, banyak sekali permintaan dan demonstrasi marak di mana-mana. Puncaknya terjadi pada tanggal 16, 17, dan 18 Mei 1998 di saat amuk massa terjadi di banyak sekali kota di Indonesia.

Situasi ini mereda setelah Presiden Soeharto menaruh jabatan pada tanggal 21 Mei 1998. Sejak di saat itu masa Orde Baru berakhir, setelah +32 tahun mendominasi metode pemerintahan. Sejak di saat itu pula bangsa kita memasuki masa reformasi, di mana tatanan kehidupan diupayakan tercapai penduduk madani yang adil dan sejahtera sesuai dengan tujuan pembangunan nasional.

Perkembangan sejarah Indonesia hendaknya disusun menurut urutan-urutan insiden dari masa lalu hingga sekarang, sehingga kronologi sejarah Indonesia akan sanggup dikenali dengan jelas. Kronologi merupakan satu-satunya norma objektif yang mesti diamati dalam menyusun kronologi sejarah.

C. Kronik Dalam Ilmu Sejarah

Kronik merupakan fakta kronologis yang menyediakan materi terhadap para peneliti untuk memperoleh penafsiran yang saling berhubungan. Kronik dalam hal ini merupakan daftar angka tahun dengan pernyataan peristiwa. Sejarawan akan memperoleh sumber sejarah, menyerupai prasasti, naskah,  rekaman, fosil, artefak, alat batu, patung yang hendak diteliti secara ilmiah  dengan menggunakan alat dan materi kimia tertentu untuk menyeleksi keasliannya.

Dari data tersebut akan menjadi sejarah setelah dirangkai secara baik menjadi sebuah kisah. Kronik sanggup dijadikan sumber sejarah dari sebuah bangsa yang pernah dilalui oleh musafir atau para pendeta. Hal ini dikarenakan lazimnya para musafir atau pendeta tersebut mencatat segala insiden yang pernah terjadi dan dilihat atau dialaminya pada tempat / negara yang dilalui atau disinggahinya.

Menetapnya para musafir atau para pendeta di sebuah daerah/negara yang dilalui memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada yang tinggal beberapa saat, ada yang tinggal begitu lama. Mereka yang tinggal lebih usang sanggup menuangkan dalam catatan kejadian-kejadian dan kehidupan penduduk nusantara pada waktu itu. 

Kronik sanggup menjadi salah satu sumber tertulis di Indonesia, tetapi perlu dikenang bahwa bahan-bahan yang dimaksud dalam kronik tersebut merupakan bahan-bahan yang lepas, yang masih perlu dirangkai secara selaras menjadi sebuah dongeng sejarah. 

Banyak kronik-kronik Cina yang menulis eksistensi kerajaan Indonesia dalam banyak sekali segi, sosial, ekonomi, politik dan kepercayaan, bahkan agama yang dianut oleh rakyat Indonesia, umpamanya agama yang dianut oleh rakyat Tarumanegara dan agama Buddha yang dianut di Sriwijaya.

Comments

Popular posts from this blog

Latar Belakang Blog Yang Baik

Jejak Sejarah Seni Wayang Wong Surakarta

Jenis Jenis Reksadana Yang Perlu Kamu Ketahui