Kronologi Sejarah Terjadinya Revolusi Kuba

 Latar belakang revolusi Kuba banyak aspek penyebabnya Kronologi Sejarah Terjadinya Revolusi Kuba

Gambaran Umum Kuba Dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Pecahnya Revolusi.

Kuba memperoleh kemerdekaan pada tanggal 20 Mei 1902. Kemerdekaan Kuba diperoleh sehabis bisa mengalahkan penjajahan Spanyol. Kemenangan Kuba menghalau Spanyol didapat sehabis adanya derma dari Amerika Serikat. Walaupun sudah merdeka, tetapi Kuba tak mempunyai keleluasaan mengendalikan negaranya sendiri. Hal ini disebabkan oleh pihak Amerika Serikat yang menampilkan syarat terhadap Kuba bahwa Amandemen Platt mesti dimasukkan ke dalam konstitusi selaku balas jasa lantaran menolong mengalahkan Spanyol. Akibatnya, Amerika Serikat dengan leluasa sanggup melaksanakan intervensi terhadap Kuba.

Amandemen Platt yakni syarat-syarat yang diberikan Amerika Serikat terhadap Kuba. Syarat tersebut antara lain, Pemerintah Kuba setuju menampilkan hak terhadap Amerika Serikat untuk melaksanakan intervensi dengan tujuan melindungi kemerdekaan Kuba dan bikin pemerintahan yang patut untuk melindungi kehidupan, hak milik dan keleluasaan tiap individu.

Pada tanggal 20 Mei 1902, Tomas Estrada Palma diangkat selaku presiden pertama Kuba dan penguasa militer Amerika serikat menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepadanya. Pada di saat pemerintahan Tomas Estrada Palma, pemerintahan Kuba mengalami kemajuan. Program untuk memperbanyak jumlah guru ketimbang prajurit menampilkan efek positif terhadap pertumbuhan Kuba.

Terpilihnya kembali Tomas Estrada Palma selaku Presiden Kuba pada tahun 1906, menyebabkan pergolakan rakyat Kuba. Pergolakan ini berjalan selama tiga tahun. Pemerintahan Tomas Estrada Palma dilengserkan dan digantikan oleh presiden yang baru, Miguel Gomez, pada tahun 1909.

Hingga tahun 1933 siklus pemerintahan Kuba tidak berubah. Pemimpin yang berkuasa bertindak tidak cocok aturan dan digantikan dengan pemerintahan yang baru. Begitu juga dengan presiden Fulqencio Batista yang melakukan pemerintahan Kuba secara diktator. Pada masa pemerintahannya banyak terjadi langkah-langkah korupsi. Oknum polisi juga melaksanakan langkah-langkah korupsi dengan menemukan suap dari perjudian ilegal, narkoba dan pelacuran. Selain itu, kebijakan Fulgencio Batista untuk membuka perjudian kasino di Kuba memanggil bandit Amerika Serikat tiba ke Kuba. Akibatnya kondisi rakyat menjadi kian terpuruk.

Fidel Castro yakni orang Kuba tergerak semangatnya untuk menghentikan rezim Fulgencio Batista. Pada tahun 1953 Fidel Castro menjajal melaksanakan upaya kudeta, namun gagal. Kegagalan itu berakibat pada di hukumnya  Fidel Castro selama 15 tahun. Setelah dipenjara selama dua tahun, Fidel Castro memperoleh amnesti umum. Pada tanggal 15 Mei 1955 Fidel Castro dibebaskan.

Penjara tidak memunculkan Fidel Castro mengalah berjuang untuk rakyat Kuba. Setelah keluar dari penjara, Fidel Castro kembali mengumpulkan kekuatan di Meksiko. Ketika di Meksiko, Fidel Castro berjumpa dengan Che Guevara. Mereka berdua sering berdiskusi untuk membicarakan dilema imperialisme Amerika Serikat.

Fidel Castro dan Che Guevara memilik anutan yang sama. Mereka menentang penindasan, utamanya dengan kebijakan Fulgencio Batista yang menyengsarakan rakyat Kuba. Che Guevara menetapkan untuk bergabung dengan Gerakan 26 Juli pada tahun 1956.

Kelahiran suatu Revolusi secara lazim lantaran adanya keterpurukan dalam segala bidang. Keadaan tersebut menyebabkan hadirnya gerakan untuk merubah kondisi menjadi lebih baik. Revolusi ialah peralihan kekuasaan dengan atau tanpa kekerasan. Umumnya, revolusi bersifat menyebar, sarat paksaan dan acap kali melanggar aturan yang berlaku. Maka sanggup dibilang bahwa, revolusi ialah suatu opsi politik paling ekstrem yang dijalankan oleh golongan yang berselisih.

Apa Latar Belakang Revolusi Kuba?

Ada beberapa Faktor yang melatar belakangi pecahnya Revolusi Kuba:
A. Faktor Internal.
  • Adanya kesewenangan Pemerintahan Fulgencio Batista di Kuba yang menyengsarakan rakyat.
Presiden Fulqencio Batista melakukan pemerintahan Kuba secara diktator. Pada masa pemerintahannya banyak terjadi langkah-langkah korupsi. Oknum polisi juga melaksanakan langkah-langkah korupsi dengan menemukan suap dari perjudian ilegal, narkoba dan pelacuran.

Kebijakan Fulgencio Batista bikin rakyat Kuba tidak bahagia terhadap dirinya. Kondisi tersebut terjadi lantaran adanya tindak korupsi, penindasan dan keleluasaan yang sungguh dibatasi serta adanya diskriminasi rasial yang senantiasa merugikan pihak orang berkulit hitam.

Selain itu, kebijakan  Fulgencio Batista untuk membuka perjudian kasino di Kuba memanggil bandit Amerika Serikat tiba ke Kuba. Akibatnya kondisi rakyat menjadi kian terpuruk.

B. Faktor dari luar:  
1)  Adanya Intervensi dari Amerika Serikat.

Intervensi bermula di saat tahun 1902 Amerika Serikat menolong Kuba dalam memperoleh kemerdekaan dari tangan Spanyol.  Atas bantuannya, Amerika Serikat menampilkan syarat terhadap Kuba untuk memasukkan Amandemen Platt ke dalam konstitusinya. Amandemen Platt memunculkan Kuba selaku negara jajahan Amerika Serikat. Pemerintahan Kuba tidak sanggup lepas dari intervensi Amerika Serikat dalam bikin kebijakan.

Berdasarkan Amandemen Platt, Pemerintah Amerika Serikat berhak untuk ikut campur tangan dalam problem pemerintahan Kuba dengan mengatasnamakan melindungi kehidupan, hak milik dan keleluasaan tiap individu.

Pemerintah Kuba tidak sanggup bikin perjanjian tanpa perjanjian dari Amerika Serikat. Begitu pula sebaliknya, pemerintahan Kuba tidak sanggup membatalkan perjanjian tanpa perjanjian Amerika Serikat. Selain itu, Pemerintah Amerika Serikat menemukan wilayah untuk membangun pangkalan angkatan maritim lantaran dianggap diinginkan untuk keamanan.

2)  Peristiwa Politik Negara Sekitar Kuba. 
Revolusi Kuba juga didorong oleh insiden yang terjadi pada negara sekitarnya  yaitu:   

1. Peristiwa penggulingan Jacobo Arbenz  (Presiden Guatemala yang gres saja menang penyeleksian umum)

Peristiwa ini bermula di saat Presiden Jacobo Arbenz melaksanakan Reformasi Agraria pada tanggal 17 Juni 1952. Pemerintahan Jacobo Arbenz mengambil tanah milik United Fruit Company sebanyak 4.000 hektar untuk dibagikan terhadap rakyat Guatemala.

Menteri Luar Negeri Guatemala, John Foster Dulles, menentang Reformasi Agraria ini. Alasannya yakni kebijakan Presiden Jacobo Arbenz ini terlalu berat untuk ditanggung. Hal ini disebabkan lantaran dirinya juga ialah pemegang saham dan pengacara United Fruit Company. John Foster Dulles kemudian menyusun langkah untuk menggulingkan pemerintahan Jacobo Arbenz.

Pada bulan Maret 1954, John Foster Dulles menuduh pemerintahan Jacobo Arbenz selaku rezim komunis. John Foster Dulles dengan derma Central Intelligence Agency (CIA) menyiapkan pasukan prajurit bayaran. CIA mewakilkan Carlos Castillo Armas untuk memimpin 700 orang prajurit bayaran menyerang Guatemala. Presiden Jacobo Arbenz yang mengenali langkah-langkah John Foster Dulles secepatnya menyiapkan perlawanan.

Presiden Jacobo Arbenz menggerakkan prajurit negara untuk melawan prajurit bayaran yang didalangi John Foster Dulles. Walaupun sukses mengalahkan prajurit bayaran tersebut, keputusan Presiden Jacobo Arbenz memunculkan dirinya kehilangan bantuan dari rakyat lantaran tidak dilibatkan secara eksklusif dalam membela tanah airnya. Akibat tekanan yang terlalu berat, Presiden Jacobo Arbenz mengundurkan diri dan digantikan oleh Carlos Castillo Armas selaku Presiden Guatemala. Akibatnya, pemerintahan Guatemala kembali dikuasai Imperialis Amerika Serikat dan pemilik tanah.

2. Reformasi Agraria di Meksiko pada tahun 1917.

Revolusi Meksiko pertama kali terjadi pada tahun 1910 untuk menggulingkan pemerintahan Jendral Porfirio Diaz yang diktator.

Dalam sejarah revolusi, umumnya Peristiwa-peristiwa Revolusi/ insiden besar  ditempat lain akan  menampilkan dorongan atau persepsi gres terhadap suatu negara yang terpuruk untuk melaksanakan suatu perubahan. Dua insiden besar di atas tampaknya juga telah  menampilkan dorongan terhadap para pejuang revolusi untuk menindak kesewenang-wenangan Amerika Serikat dan Kediktatoran Fulgencio Batista untuk menuju pergeseran Kuba ke arah yang lebih baik.

Proses berlangsungnya Revolusi Kuba.

Revolusi Kuba kembali dimulai pada bulan Juli 1955, di saat Che Guevara berjumpa dengan Fidel Castro di suatu apartemen kecil di Calle Emparan. Pada konferensi tersebut terjadi diskusi anutan antara Fidel Castro dengan Che Guevara yang melahirkan semangat gres untuk melaksanakan revolusi.  Fidel Castro menyaksikan kecerdasan Che Guevara akan berkhasiat untuk misi revolusinya di Kuba. Fidel Castro mengajak Che Guevara untuk bergabung dengan kelompoknya yang berjulukan Gerakan 26 Juli. Tanpa berpikir usang Che Guevara baiklah bergabung dengan Gerakan 26 Juli selaku tenaga medis.

Che Guevara sadar bahwa imperialisme Amerika Serikat yakni musuh utama rakyat Amerika Latin yang mesti dilawan dengan senjata. Intervensi Amerika Serikat dalam pemerintahan Guatemala memunculkan Che Guevara kian tidak senang Amerika Serikat. Kebencian serupa juga dicicipi Fidel Castro yang tengah memperjuangkan revolusi bagi Kuba. Berdasarkan anutan yang serupa ini kedua revolusioner bersatu untuk menghentikan imperialisme Amerika Serikat dari Kuba.

Che Guevara rela mengorbankan waktu, tenaga, anggapan bahkan jiwa dan raganya untuk Kuba yang bukan ialah tanah airnya. Ketertarikan Che Guevara dalam Revolusi Kuba disokong oleh jiwa revolusioner yang sedang meningkat di dalam dirinya.  Che Guevara bergabung dengan Gerakan 26 Juli lantaran panggilan hatinya untuk revolusi.  Keinginan Che Guevara ini dilatarbelakangi oleh insiden aksi militer di Guatemala yang sungguh pahit. Che Guevara menetapkan bergabung dengan Gerakan 26 Juli dalam hitungan menit atau bisa dibilang tanpa berpikir lama-lama.

Langkah pertama Fidel Castro yakni mendirikan Camp training Gerakan 26 Juli di pegunungan Chalco,  Meksiko.  Fidel Castro selanjutnya meminta Alberto Bayo untuk melatih Gerakan 26 Juli tentang taktik berperang, utamanya perang gerilya.

Alberto Bayo yang ialah mantan Jenderal Spanyol mempunyai banyak pengalaman tentang perang gerilya. Pengalaman tersebut didapatnya di Maroko pada di saat melawan bangsa Arab dan di Spanyol di saat terjadi perang saudara.

Alberto Bayo mengajarkan Gerakan 26 Juli tentang pengaturan perang gerilya, kemampuan menembak, teknik penghancuran dan taktik berperang lainnya. Che Guevara yang ialah tenaga medis Gerakan 26 Juli juga ikut berlatih untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Tanpa disangka, ternyata Che Guevara cepat menimba ilmu dan terlihat lebih menonjol dibandingkan kesanggupan anggota Gerakan 26 Juli lainnya. Setelah siap bertempur, Gerakan 26 Juli berangkat menuju Kuba.

Pada tanggal 25 November 1956, Che Guevara dan Fidel Castro beserta 80 anggota Gerakan 26 Juli berangkat dari pelabuhan Tuxpan,  Meksiko, menuju Kuba dengan menggunakan Kapal Granma. Rute yang diseleksi yakni dengan berlayar memutar jauh ke utara Kuba dan berlabuh di daerah yang akrab dengan pedesaan Niquero di Provinsi Oriente. Sehari sehabis berlayar, Kapal Granma dihantam badai. Kondisi tersebut kian jelek lantaran Gerakan 26 Juli yang tidak biasa berlayar, Alhasil mereka mengalami mabuk laut.

Setelah tujuh hari menempuh perjalaan laut,  Che Guevara sukses hingga di Kuba pada tanggal 2 Desember 1956. Kapal Granma berlabuh di Pantai Las Coloradas. Kondisi Gerakan 26 Juli sungguh memprihatinkan. Perbekalan sudah habis, senjata yang tersisa cuma tinggal beberapa senapan, sabuk peluru dan sedikit amunisi yang basah.

Keadatangan pasukan Gerakan 26 Juli di Pantai Las Colorada sudah dipahami oleh prajurit Fulgencio Batista yang kemudian melaporkan kemunculan tersebut terhadap Fulgencio. Keadaan ini sungguh tidak menguntungkan terhadap Gerakan 26 Juli.

Selama tiga hari Che Guevara berjalan melalui rawa-rawa dengan kondisi lapar. Che Guevara beristirahat di Algeria de Pio Provinsi Niquero untuk memulihkan tenaga. Pada hari berikutnya, Che Guevara melanjutkan perjalanan. Ketika melintasi perkebunan tebu, tanpa disangka pesawat musuh tiba-tiba tiba dan melayang rendah menembaki Gerakan 26 Juli. Che Guevara bareng para pengikutnya terlibat dalam peperangan yang tidak seimbang. Pasukan Fulgencio Batista jauh lebih unggul dari kekuatan pasukan Gerakan 26 Juli. Beruntung pada insiden ini Che Guevara sanggup menyelamatkan diri.

Proses revolusi terus berjalan, Gerakan 26 Juli secara disiplin menyerang prajurit Fulgencio Batista yang bersenjata lengkap. Pasukan yang terluka secepatnya dilarikan ke tempat tinggal sakit darurat, sedangkan pasukan yang gugur secepatnya dimakamkan. Walaupun dalam kondisi yang sulit, Strategi Che Guevara bisa bikin pasukan Fulgencio Batista kalah dan melarikan diri. Adapun insiden penting selama revolusi diantaranya adalah
  • Penyerbuan La Plata. 
Penyebuan barak-barak prajurit Fulgencio di La Plata yang dimenangkan oleh pihak Gerakan 26 Juli. Kemenangan ini kian memperkuat Gerakan 26 Juli baik dalam bidang moral maupun dalam bidang persenjataan. Kemenangan didapat dengan cara peperangan gerilya. 
  • Penyerbuan Pos Pertahanan Fulgencio Di El Uvero.
Peristiwa ini berjalan pada tanggal 27 Mei 1957. Kemenangan sanggup dicapai oleh pihak Gerakan 26 Juli. Che Guevara menggunakan taktik perang gerilya secara tiba-tiba dan bersamaan menyerang pos pertahanan El Uvero dan terjadi peperangan sengit selama tiga jam. Gerakan 26 Juli sudah melaksanakan antisipasi yang masak untuk aksi El Uvero sehingga kemenangan bisa didapat.
  • Penyerbuan Sierra Maestra oleh Pasukan Fulgencio.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Mei 1958. Serangan besar-besaran yang dijalankan Fulgencio ke wilayah pegunungan Sierra Maestra dengan mengerahkan sepuluh ribu prajurit untuk melawan 321 orang Gerakan 26 Juli. Berdasar perbandingan jumlah pasukan yang dihadapi, satu orang Gerakan 26 Juli mesti melawan tiga puluh prajurit Fulgencio Batista. Penyerbuan yang dilancarkan Fulgencio sanggup diredam oleh gerakan 26 Juli. Kemenangan gerakan 26 Juli dikarenakan buruknya kesanggupan tempur pasukan Fulgencio Batista.

Pada tanggal 30 Desember 1958, Che Guevara sukses merebut titik-titik yang berlainan di kota. Komunikasi antara sentra Kota Santa Clara dengan kereta api yang memuat senjata total terputus. Dengan merusak rel di persimpangan jalur, Gerakan 26 Juli bisa memaksa kereta api tersebut keluar jalur. Akibatnya, Gerakan 26 Juli sanggup melancarkan serangan efektif dan secara cepat sanggup menguasai kereta api tersebut. Che Guevara juga sukses merebut kantor polisi dan merampas semua tank di kantor polisi tersebut.

Pada di saat itu, cuma benteng paling besar di Ibukota Kuba, Garnisun Leocio Vidal belum menyerah. Che Guevara menggerakkan Gerakan 26 Juli untuk mengepung Garnisun Leocio Vidal. Che Guevara mengirim Kapten Nunez Jiminez dan Rodriquez de la Vega selaku perwakilan Gerakan 26 Juli untuk bernegosiasi penyerahan benteng.

Akhir Jalannya Revolusi Kuba. 

Fulgencio Batista sudah melarikan diri ke Republik Dominika. Pelarian ini ialah tanda bahwa rezim Fulgencio Batista sudah rampung di Kuba. Kemudian Che Guevara memasuki Ibukota Havana pada tanggal 1 Januari 1959. Setelah Ibu Kota sukses direbut, kemudian Fidel Castro menginformasikan kemenangan revolusi di hadapan ribuan massa. Maka sejak di saat itu tanggal 1 Januari ditetapkan selaku Hari Revolusi Negara Kuba.

Revolusi Kuba berjalan dari tanggal 26 Juli 1953 – 1 Januari 1959
atau berjalan selama 5 tahun, 5 bulan dan 6 hari.

PETA NEGARA KUBA
 Latar belakang revolusi Kuba banyak aspek penyebabnya Kronologi Sejarah Terjadinya Revolusi Kuba
 sumber: berkas wikipedia
 Keterangan:
  1. Pinar del Río
  2. Artemisa
  3. La Habana (Kota Havana )
  4. Mayabeque
  5. Matanzas
  6. Cienfuegos
  7. Villa Clara
  8. Sancti Spíritus
  1. Ciego de Ávila
  2. Camagüey
  3. Las Tunas
  4. Granma
  5. Holguín
  6. Santiago de Cuba
  7. Guantánamo
  8. Isla de la Juventud (Pulau Pemuda)
Demikian citra singkat tentang Kronologi Sejarah Terjadinya Revolusi Kuba. Sekian.

Comments

Popular posts from this blog

Latar Belakang Blog Yang Baik

Jejak Sejarah Seni Wayang Wong Surakarta

Jenis Jenis Reksadana Yang Perlu Kamu Ketahui