Sejarah Lahirnya Maskapai Garuda Indonesia

 atau Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia berasal dari patungan Indonesia Sejarah lahirnya Maskapai Garuda IndonesiaSejarah lahirnya Maskapai Garuda Indonesia Hari Makara atau hari ulang tahun yakni salah satu moment penting dalam hidup kita, dengan hari jadi, kita sanggup mengenang sejarah hidup kita, namun dongeng berlainan dialami Garuda Indonesian Airways (GIA) ,Ada apa & kenapa? baca selengkapnya ulasan di bawah ini.

Sejak tahun 1979 hari jadi perusahaan penerbangan Garuda dirayakan setiap tanggal 26 Januari. Penetapan tanggal itu memang unik alasannya lewat surat hibah. Biasanya penghibahan itu menyangkut aset atau harta warisan. Namun dalam problem ini yang dihibahkan yakni tanggal lahir. Kepala Staf Angkatan Udara Ashadi Tjahjadi menghibahkan hari lahir Indonesian Airways tanggal 26 Januari 1979.

Surat hibah itu diketik rangkap enam (tidak dicantumkan didistribusikan terhadap siapa saja) pada kertas dinas berlogo Tentara Nasional Indonesia dengan saksi Nugroho Notosusanto, Kepala Pusat Sejarah ABRI, tetapi tidak dilengkapi dengan nomor pendaftaran dan cap jabatan KASAU. Dengan kata lain, surat itu tidak tercatat selaku surat eksklusif Ashadi Tjahjadi yang kebetulan memakai kertas surat dinas.

Sebetulnya Indonesian Airways bukanlah embrio dari Garuda Indonesia Airways. Karena keduanya menempuh sejarah yang berbeda. Indonesian Airways ialah perusahaan “charter flight” (januari 1949 hingga Agustus 1950) dan cuma beroperasi di Birma, Sedangkan Garuda Indonesia ialah perusahaan penerbangan reguler sejak 1949 hingga sekarang.

Sejarah Indonesian Airways.

Tanggal 16 Juni 1948 Presiden Soekarno berpidato di Kutaraja (sekarang Banda Aceh) meminta rakyat menyumbang untuk Republik. Dalam waktu tidak terlampau usang terkumpul emas sebanyak 20 kg. Dengan duit itu dibelilah suatu pesawat C-47 Dakota oleh Wiwieko dari Singapura.

Kemudian pesawat ini dioperasikan oleh AURI selaku alat transportasi bagi pejabat Negara. Sebagai tanda terima kasih terhadap rakyat Aceh, pesawat itu diberi nama Seulawah (Gunung Emas) suatu nama gunung di Aceh. Tugas pertama pesawat ini menenteng Hatta dalam kunjungan kerja ke Sumater (Yogya-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Yogya

Celoteh: Action yang ditunjukkan rakyat Aceh pada dikala itu ialah suatu keikhlasan dalam berkorban demi bangsa dan negara yang pantas kita contoh. Dalam konteks kekinian, Negara kita dikala ini butuh pengorbanan yang lebih dari rakyatnya. sehingga dengan apa yang sudah ditangani rakyat Aceh tersebut sanggup menginspirasi serta mendorong kita untuk berkontribusi lebih terhadap bangsa dan negara secara tulus tanpa pamrih.

Kemudian pada permulaan Desember 1948 pesawat C-47 Dakota mesti memperoleh servis dan penambahan kapasitas tangki materi bakar sehingga sanggup diterbangkan ke Calcutta,India. Perawatan ini diperkirakan akan mengkonsumsi waktu tiga pekan. Pada tanggal 19 Desember 1948, Ibu Kota Republik Indonesia, Yogyakarta (bacalah sejarah pemindahan Ibu Kota Negara ke Yogya) diserang dan dikuasai serdadu Belanda yang melakukan Agresi Militer kedua. Pesawat itu tidak mungkin kembali ke tanah air.

Hubungan antara awak pesawat dengan pemerintah sentra di Yogyakarta terputus. Untuk membiayai hidup para personel dan perawatan pesawat, maka dibentuklah perusahaan penerbangan Indonesian Airways yang diawaki personel AURI. Dengan seijin DUBES RI di India, Dr. Soedarsono (ayah dari Prof. Juwono Sudarsono ‘Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu abad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga 2009’), pesawat itu dengan awaknya disewakan terhadap pemerintah Birma.

Tanggal 26 Januari 1949 pesawat C-47 Dakota berangkat dari Calcutta ke Rangoon,Birma. (mungkin ini argumentasi Ashadi Tjahjadi menghibahkan tanggal 26 Januari selaku hari lahir Garuda, tetapi menurut Asvi Warman Adam, argumentasi tersebut kurang sempurna alasannya Indonesian Airways bukan embrio dari Garuda Indonesia  dan keduanya memiliki sejarah yang berbeda).

Hasil penyewaan pesawat itu digunakan untuk berbelanja suatu pesawat dan menyewa satu pesawat yang lain dari Hongkong. Selama 19 bulan Indonesia Airways bertugas di mancanegara sebelum jadinya dilikuidasi pada Agustus 1950. Kemudian pesawat dan awaknya tersebut diperintahkan dalam Dinas Angkutan Udara Militer yang menghubungkan antar pangkalan udara di Indonesia.

Sejarah Garuda Indonesian Airways (GIA).

Garuda Indonesian Airways (GIA) atau Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia berasal dari patungan Indonesia-Belanda terbuat serempak pengukuhan kedaulatan 27 Desember 1949. Bentuk koordinasi ini diseleksi pihak Indonesia alasannya kekurangan keuangan dan personel. Pemberian nama Garuda itu atas seruan Presiden Soekarno alasannya garuda ialah kendaraan Dewa Wisnu.

Sehari setelah itu, pada tanggal 28 Desember 1949, pesawat Garuda Indonesian Airways (GIA) digunakan melayang untuk pertama kalinya. Dan pada penerbangan perdana ini memuat Presiden Soekarno dan keluarga dari Maguwo, Yogyakarta ke Jakarta. Pesawat itu memakai logo Garuda dan pada ekornya dicat bendera merah putih. Presiden Soekarno bareng Guntur, Megawati (anak-anak Soekarno) dan Ibu Fatmawati (istri Soekarno) yang sedang hamil menjadi penumpang penerbangan perdana Garuda. Meskipun sudah melayang sebelumnya, akte pendirian perusahaan ini dibikin pada 31 Maret 1950 dan tanggal 24 Maret 1954 perusahaan ini dinasionalisasikan.

Dewasa ini Garuda Indonesian Airways merayakan hari jadinya setiap tanggal 26 Januari, sementara sebagian sesepuh AURI dan Asosiasi Pilot Garuda merasa keberatan. Tanggal 26 Januari 1949 ialah penerbangan perdana Indonesian Airways dari Calcutta ke Rangoon,Birma. Sedangkan tanggal 28 Desember 1949 ialah penerbangan perdana Garuda Indonesian Airways dari Yogyakarta ke Jakarta. Sedangkan Indonesian Airways dengan Garuda Indonesian Airways tidak ada hubungan.

Berdasar data dan fakta diatas, Peneliti Senior LIPI ,Asvi Warman menampilkan jalan keluar atas permasalan yang terjadi. Menurut beliau, seharusnya tanggal 26 Januari dijadikan hari Penerbangan Nasional sedangkan tanggal 28 Desember diperingati selaku hari Terbang Perdana Garuda. Penetapan hari penerbangan nasional perlu disarankan oleh pihak Tentara Nasional Indonesia AU atau sesepuh yang tergabung dalam PP (Persatuan Purnawirawan) AURI terhadap Presiden.(JT)

sumber: Asvi Warman,menguak misteri Sejarah.

Comments

Popular posts from this blog

Latar Belakang Blog Yang Baik

Jejak Sejarah Seni Wayang Wong Surakarta

Jenis Jenis Reksadana Yang Perlu Kamu Ketahui